Wednesday, September 20, 2017

Temuan Patung Kepala Naga Aneh Berawal dari Mimpi

Rabu, 20 September 2017 | 18:05 WIB
Batu berbentuk kepala naga berbelalai di Museum Sri Baduga Bandung. Foto: Istimewa

Batu berbentuk kepala naga berbelalai di Museum Sri Baduga Bandung. Foto: Istimewa.

TEMPO.CO, Bandung - Penemuan patung kepala naga berbelalai seperti gajah yang ditemukan warga di kaki Gunung Lalakon, Kecamatan Cipatik, Kabupaten Bandung, berawal dari mimpi. Setelah mendapatkan patung itu, warga penemu merasa gelisah. Ia akhirnya menyerahkan patung temuan itu ke Museum Sri Baduga Bandung.

Kepala Museum Sri Baduga Esther Miori Dewayani mengatakan, Sadikin yang menemukan patung itu semula mengajak istrinya untuk mencari patung. Petunjuk lokasinya berasal dari mimpi Sadikin. "Patung katanya ditemukan sudah tergeletak di atas tanah pada Juni lalu," katanya, Rabu, 20 September 2017.

Menurut Esther, lokasi temuan patung itu dekat dengan sebuah pemakaman Islam. Selama menyimpan patung itu di rumah, Sadikin mengaku tidak tenang. Tidak disebutkan pasti kegelisahannya karena apa, tapi ia akhirnya menyerahkan patung itu ke petugas museum yang menyambanginya akhir Agustus lalu.

Patung itu berwujud seperti ular berkepala naga dan berbelalai seperti gajah. Mulutnya yang terbuka menampakkan deretan gigi besar dan lidahnya. Pada bagian perut berbalut ornamen gelang dengan hiasan batu yang diduga seperti permata.

Benda itu diserahkan ke petugas, kata Esther, dalam kondisi telah dibersihkan warga. Museum menyimpannya untuk kemudian diserahkan ke
Balai Arkeologi Bandung pekan depan untuk diteliti lebih lanjut. "Perlu dipastikan asli tidaknya, serta umur benda tersebut," ujar
Esther.

Benda seberat 25 kilogram sepanjang 115 sentimeter tersebut diduga terbuat dari bahan terakota atau gerabah. Bagian kepala dan ekor yang bersisik berbahan batu dengan campuran gipsum pada bagian badan. "Diperkirakan benda ini peninggalan abad ke-14 hingga 15 Masehi pra-Islam," kata Esther.

Menurut Esther, diperkirakan juga benda itu peninggalan masa Hindu-Budha. Fungsinya sebagai penanda ke tempat sakral seperti makam.

ANWAR SISWADI


Let's block ads! (Why?)



No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...