Tuesday, April 17, 2018

Teknologi VAR Dipakai di Liga Jerman, Muncul Hukuman Penalti Aneh

TEMPO.CO, Jakarta - Pemain Mainz 05 dan Freiburg diminta kembali ke lapangan setelah menuju ke ruang ganti saat turun minum karena penalti yang diberikan terkait Video Asisten Referee (VAR) untuk handball pada pertandingan Liga Jerman yang berlangsung pada Senin 16 April 2018.

Wasit Guido Winkmann, yang juga sedang menuju terowongan sebelum intervensi VAR, meminta para pemain untuk kembali sehingga pemain Mainz Pablo De Blasis dapat mengeksekusi dan sukses mengonversi penalti.

Baca: Juventus Kalah, Bosnya Minta Liga Champions Pakai Teknologi VAR

Penalti itu diberikan untuk handball Marc-Oliver Kempf bahwa VAR mendapati hal tersebut setelah peluit turun minum berbunyi.

Pelatih Freiburg Christian Streich, yang belakangan diusir keluar lapangan karena berselisih paham, berada di tepi lapangan dan memegangi kepalanya karena tidak percaya setelah diminta untuk mengarahkan kembali para pemainnya masuk lapangan.
Kempf, yang membuat timnya dihukum penalti, digantikan saat turun minum.

Baca: Bayern Munchen: Calon Pengganti Heynckes, Kenapa Harus Kovac?

Terdapat penundaan sepuluh menit sebelum dimulainya babak kedua, ketika sejumlah penggemar melemparkan ribuan gulungan tisu ke dalam lapangan sebagai bentuk protes terhadap pertandingan-pertandingan Senin malam.

Banyak penggemar di Jerman menolak dimainkannya pertandingan-pertandingan pada Senin malam, mengatakan pertandingan-pertandingan semestinya dimainkan pada akhir pekan di mana sebagian besar penggemar dapat menyaksikannya. Protes-protes telah berlangsung pada sebagian besar pertandingan Senin.

De Blasis kemudian menambahi gol kedua untuk tuan rumah pada fase akhir pertandingan menyusul kesalahan yang dilakukan kiper Freiburg Alexander Schwolow.

Baca: Tekuk Augsburg, Bayern Munchen Juarai Liga Jerman

Mainz naik ke peringkat ke-15 dengan keunggulan selisih gol atas Freiburg, yang turun ke peringkat ke-16, spot playoff degradasi.

Sistem VAR telah digunakan di Liga Jerman musim ini, namun bukannya tanpa kontroversi sebab hal itu menjadi sorotan dalam berbagai keputusan yang memicu sengketa.

Let's block ads! (Why?)



No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...