
TRIBUNPEKANBARU.COM - Tak perlu ragukan kemampuan Google dalam membantu keseharian manusia dan perubahan-perubahan besar yang ditimbulkannya.
Google menjadi semacam kamus umum yang selalu disimpan dalam gadget masing-masing pengguna internet.
Tentu ada otak-otak jenius di balik ini semua.
Namun, ketika pelamar mencoba peruntungan dengan bekerja di Google, hal terburuk yang bakal diterimanya adalah mendapat pertanyaan 'brain teaser' dari HR.
Bukan pertanyaan yang dapat disimpulkan dengan rumusan matematika, fisika, atau metode njlimet lainnya.
Baca: Anaknya Jadi Korban Kecelakaan di Tanjakan Emen, Ibu Ini Awalnya Sudah Punya Firasat
Dilaporkan iflsciencs.com, Minggu (4/2/2018) Gayle Laakmann McDowell, mantan insinyur software Google dan penulis The Google Resume, mengatakan perusahaan tersebut akhirnya 'menghapus' sebagian besar praktik perekrutan dengan cara seperti ini.
"Jika seorang pewawancara mengajukan pertanyaan brain teaser kepada pelamar, kemungkinan besar perekrut mengabaikan jawaban pelamar ini. Mereka, para pelamar, mengirim catatan kembali kepada pewawancara untuk tidak mengajukan pertanyaan konyol semacam itu," katanya.
Lalu seberapa burukkah pertanyaan tersebut?
Tribunnews merangkum 8 pertanyaan brain teaser Google yang dikumpulkan konsultan pekerjaan Seattle Lewis Lin dari kliennya yang pernah melamar di Google.
No comments:
Post a Comment