Sunday, February 11, 2018

Aneh, Pasokan Lancar Kok Harga Daging Ayam Naik?

Jakarta - Penjual daging ayam di Pasar Jaya Ciracas, Jakarta Timur mengaku heran harga daging ayam naik tinggi, padahal pasokan lancar.

Berdasarkan hukum ekonomi, harga dipengaruhi oleh supply and demand atau penawaran dan permintaan. Sederhananya, harga daging ayam naik karena permintaan lebih tinggi daripada jumlah yang ditawarkan. Dengan kata lain pasokannya terbatas sehingga harga naik.

Namun, penjual daging ayam Aminati mengatakan kalau pasokan dari tempatnya memasok selalu ada. Dia mengaku tidak pernah kesulitan memperoleh pasokan ayam potong untuk dijual ke konsumen rumah tangga.

"Pasokannya enggak susah, ayam ada terus. Tapi penjualan susah karena harganya lagi tinggi. Biasanya barang mahal karena langka, tapi ini mah enggak. Kata tengkulak ayam juga lagi banyak ayamnya," kata dia kepada detikFinance, Jakarta, Minggu (11/2/2018).

Karena harga lagi tinggi, alhasil dia menjual daging ayam ukuran besar per ekornya Rp 43 ribu, naik Rp 5 ribu dari harga normal sebesar Rp 38 ribu per ekor. Sementara yang ukuran kecil Rp 26 ribu, naik Rp 2 ribu dari Rp 24 ribu.

Pedagang lain, Agus juga tidak merasa kesulitan memasok ayam. Bahkan dia menyatakan kalau pasokan ayam potong dari tingkat atas masih berlimpah. Maka dia menduga kenaikan harga daging ayam tidak terjadi secara alami.

Dugaan tersebut karena mengikuti hukum ekonomi, yang mana kenaikan harga tentunya dipengaruhi oleh pasokan yang terbatas sementara permintaan tetap tinggi. Kasus kali ini, dia katakan tidak demikian.

Agus menduga bahwa naiknya harga daging ayam karena ada permainan dari peternak. Peternak dianggap memainkan pasokan sehingga harga naik.

"Permainan yang punya ternak. Pasar lagi lesu, di sananya dimainkan sama mereka. Padahal pasokan masih banyak. Tapi dimainkan mereka, ditahan, jadi kesannya berkurang, padahal ayam banyak," ujarnya.

Alhasil, daging ayam yang dijualnya tembus Rp 60 ribu per ekor untuk ukuran paling besar. Biasanya harga ayam jenis ini dijual Rp 55 ribu paling mahal.

"Yang kecil sekarang Rp 28 ribu per ekor, yang sedang Rp 40 ribu, kalau yang besar Rp 60 ribu satu ekor," terangnya

Rata-rata kenaikan harga daging ayam di tempatnya mencapai Rp 5 ribu. Saat lagi turun, harga daging ayam berukuran kecil per ekor dijual Rp 23 ribu, yang sedang Rp 35 ribu dan yang besar Rp 55 ribu. (dna/dna)

Let's block ads! (Why?)



No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...