Friday, February 23, 2018

Polisi Dalami Keterlibatan Keluarga Soal Pria Ini Bertelur

Akmal, remaja berusia 15 tahun asal Desa Mangempang, Kecamatan Sapaya Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. (IST)

KABAR.NEWS, Makassar - Pihak kepolisian Daerah (Polda) Sulsel melalui Polres Gowa terus mendalami kejadian unik yang menimpa Akmal (15), remaja yang bisa bertelur asal Desa Mangempang, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Menurut Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani bahwa anak remaja tersebut hanya di manfaatkan oleh seseorang untuk membuat sensasi dan juga telur yang keluar dari duburnya sengaja di masukkan.

"Polri mengambil keterangan dari ahli kesehatan bahwa secara medis tidak ada orang bertelur. Sehingga kemungkinan anak ini di manfaatkan oleh lingkungan sekitar untuk membuat suatu sensasi jadi telur ini sengaja di masukkan kedalam duburnya kemudian dikeluarkan lagi," beber Dicky Sondani, Jumat (23/2/2018).

BACA JUGA:

Dicky menyebutkan bahwa dalam kasus ini sengaja dibuat buat oleh orang sekelilingnya sehingga akan dilakukan penyidikan untuk mendalami kasus aneh ini.

"Karena secara medis tidak ada manusia bertelur. Tidak menutup kemungkinan ada keterlibatan dari keluarganya sendiri. Dan ini masih tahap penyidikan," jelasnya

Terkait motif pelaku melakukan hal tersebut, Dicky Sondani mengaku belum mengetahui hal tersebut. Ia hanya memastikan bahwa menurut keterangan dokter tidak ada manusia yang bertelur apalagi seorang laki-laki.

Sebelumnya, dokter yang menangani Akmal, Ratnah Hafid, mengatakan bahwa kejadian yang menimpa Akmal adalah hal yang tidak masuk akal. 

Oleh karena itu dia menduga ada dua penyebab Akmal bisa bertelur, yaitu Akmal Sendiri yang memasukkan telur itu ke dalam tubuhnya atau ada orang lain yang memasukkan telur itu kedalam tubuh Akmal. 

"Ada dua hal yang saya tunggu hasilnya. Kalau dia yang melakukan sendiri berarti dia butuh perhatian, dan itu dokter ahli jiwa yang akan tangani. Kalau misalnya orang dewasa disekitarnya yang melakukan, ini anak perlu kita lindungi dan orang dewasa yang melakukan itu perlu kita kejar untuk tidak melakukan dan kita berikan sanksi sesuai hukum yang berlaku," beber Ratnah

Hingga saat ini, remaja yang terbilang ajaib dan aneh telah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Syeh Yusuf Sungguh Minasa Gowa. Ia kini telah dirawat di ruang Perawatan 2, Asoka (Perawatan Anak) VIP B, Rumah Sakit Syech Yusuf.

  • Lodi Aprianto

Let's block ads! (Why?)



No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...