Monday, November 20, 2017

8 Hal Ini Khas Medan Banget!

Medan. Satu kata berjuta makna. Rasanya memang slogan inilah yang pantas disematkan bagi Kota Medan. Dengan seluruh hiruk-pikuknya, Medan masih juga menarik di mata para wisatawan yang datang, baik untuk berbisnis maupun liburan. Pesonanya tak kalah dengan kota-kota lain yang juga banyak digandrungi oleh Masyarakat Indonesia.

Ah, rasanya tidak cukup dua lembar saja untuk menceritakan betapa indah dan menakjubkannya Medan itu! Kenapa? Rasakan saja sendiri dengan berkunjung kesini. Dijamin, Anda akan langsung jatuh cinta dan tidak ingin kembali ke kota asal Anda. Medan akan mampu menghipnotis Anda, tidak hanya keindahan alamnya tetapi juga kulinernya! Nendang!

Berbicara tentang Medan, Anda tentu mempunyai perspektif masing-masing untuk menjelaskan semua keunikan kota yang terkenal dengan "Bika Ambon" ini. Namun, hal yang tidak bisa dilepaskan dari kota unik nan megah ini adalah kebiasaan aneh bin ajaib nya. Anda pasti ngakak jika membahas satu per satu dari kebiasaan yang ada di Kota Medan. Here we go.

Pajak is Pasar, Jalan is Pasar

Jangan heran kalau Anda datang ke Medan dan menemukan satu fakta bahwa nama sebutan untuk pasar adalah pajak, dan pasar biasanya digunakan untuk nama jalan yang ada di beberapa wilayah di Kota Medan. Orang Medan akan heran jika Anda menyebut pajak dengan pasar.

Don't judge by what it called

Dalam Kamus Besar Bahasa Medan, Anda akan geleng kepala jika melihat label yang diberikan oleh orang Medan terhadap sesuatu, khususnya untuk nama pajak. Pernah dengar Pajak Ikan Medan? Dari namanya pasti Anda akan membayangkan pasar tersebut akan dihuni oleh para penjual ikan. Eits, beda cerita sama bahasanya orang Medan. Justru salah ikon orang Medan ini menjual semua jenis pakaian dan kain untuk kebaya. aneh, kan? Pada awal kemunculannya, pasar ini memang menjual berbagai jenis ikan, sayur-mayur, dan daging, namun karena terputusnya pasokan ikan dari Belawan ke Medan, maka beralih fungsi menjadi pasarnya para penjual kain. Mungkin orang Medan terlalu lelah untuk mengubah namanya kembali, makanya tetap dibuat pajak ikan.

Sewa..sewa..

Pernah naik angkot di Medan? Anda pasti sering mendengar abang angkot mengatakan "Ada sewa, ada sewa". Di medan, khususnya bagi para pengemudi angkot (angkutan umum), mereka akan menyebut penumpang sebagai "sewa" dan bukan "penumpang". Mungkin karena orang Medan yang terkenal sekali pandai, hemat, entah pelit dengan uang, sampai-sampai menganggap kalau "menumpang" itu tidak bayar, makanya disebut sewa.

Bika "Ambon"

Makanan khas Kota Medan satu ini menarik perhatian, selain karena rasanya yang enak dan kenyal juga karena namanya yang kontroversial. Kenapa? Karena hanya Medan yang punya kue dari "Ambon". Tahukah Anda kenapa kue satu ini dinamakan Bika Ambon? Konon katanya, Ibu yang menjual bika ini memiliki peranakan seperti orang Ambon, sehingga orang banyak menyebut sebagai Bika Ambon. Lucu ya!

Kembali lagi kita menilik Kamus Besar Bahasa Medan. Kalau di Medan dan Anda memesan minuman di sebuah rumah makan, jangan heran kalau kebanyakan orang akan memesan "Teh" dan yang datang adalah air putih. Di lain sisi, sebutan untuk teh manis dingin adalah "Mandi", makanya akan banyak orang memesan "Mandi" di sebuah rumah makan di Kota Medan. Maklum saja, orang Medan memang sangat suka menyingkat nama atau sebutan. Mungkin biar lebih praktis dan menghemat kata-kata yang dikeluarkan.

Isi bensin? Galon tempatnya!

Kalau galon di kota lain biasanya menunjukkan tempat air minum, lain hal dengan kota Medan. Lagi-lagi Medan memang mau beda (entah aneh) sendiri. Galon di kota Medan merupakan sebutan untuk tempat pengisian bahan bakar bensin disini. Jadi, jangan gelagapan kalau Anda bertanya dimana tempat pengisian bensin dan mereka akan menyebutkan "galon".

Plastik, senjata andalan saat pesta

Kalau orang Medan berpesta, maka jangan heran jika para tamu yang datang kebanyakan membawa kantong plastik. Tahu alasannya? Karena kebanyakan orang Batak pasti membungkus "oleh-oleh" dari pesta tersebut. Makanan yang tidak dihabiskan oleh para tetamu undangan biasanya akan habis dan berpindah tempat ke kantong plastik para Ibu-Ibu undangan yang sebelumnya telah dibawa. Maklum, Medan biasanya paling tidak suka membuang-buang makanan. Dibanding mubazir, lebih baik dibawa pulang dan disantap ketika malam harinya.

Kebun binatang on the street

Jangan heran jika anda berkendara di Kota Medan dan akan mendengarkan banyak sekali nama bintang disebutkan di jalanan kota Medan. Tempramen orang Medan yang cenderung tinggi tidak jarang membuat mereka sering emosi saat bertempur di jalanan Kota Medan.

Di balik semua hal unik yang dilakukan orang Medan, tetapi kota ini tetap merupakan kota yang hangat. Anda tidak akan pernah menyesal saat mengunjungi dan mengenal tiap sudut keindahan kotanya. Horas, bah!

Let's block ads! (Why?)



No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...