Thamrin (pakai topi) dan Sabri mengisahkan insiden kapal karam yang dialaminya pada Selasa 6 Desember lalu (KLIKBONTANG/ FANNY)
KLIKBONTANG.COM- Terombang-ambing di perairan Bontang selama 12 jam menyisakan cerita tersendiri bagi dua korban selamat insiden kapal tenggelam, Thamrin dan Sabri.
Ditemui di kediamannya, di Jalan MH Thamrin RT 26, Tanjung Limau, Sabri mengaku mengalami sejumlah kejadian aneh saat dirinya berupaya tetap bertahan hidup saat kapal yang ditumpangi bersama kedua rekannya, Thamrin dan Roni karam di kawasan rig PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT).
Tak seperti biasanya, kata Sabri, hanya mereka bertigalah yang memancing malam itu. Padahal, acap kali menyalurkan hobinya, ia selalu melihat beberapa kapal pemancing lainnya di daerah tersebut.
Cuaca yang sebelumnya bersahabat, tiba-tiba berubah menjadi badai dan gemuruh pun menggelenggar memecah kesunyian malam. Tak lama, ombak menggulung kapal GT8 hingga terbalik. Perahu itu sempat kembali ke posisi semula, sebelum akhirnya bagian belakang kapal mulai tenggelam tak bisa menahan beban air dalam kapal tersebut.
"Kejadiannya cepat sekali. Tiba-tiba kita bertiga sudah terlempar ke dalam air. Tapi saya tersangkut tali kapal, jadi jatuhnya enggak terlalu jauh dari kapal. Saya juga masih sempat tarik baju pelampung, baru saya pakai di dalam air," ujar Sabri mengisahkan.
No comments:
Post a Comment